August 27, 2026
#Uncategorized

MELINDUNGI ANAK TIDAK BISA SENDIRIAN

Melindungi Anak Tidak Bisa Sendirian: Saatnya Kolaborasi Menjadi Jalan Utama,Persoalan anak tidak pernah berdiri sendirian.di balik seorang anak yang terpapar narkoba, misalnya, bisa terdapat persoalan keluarga, lingkungan pergaulan, pendidikan, kondisi sosial-ekonomi, kesehatan, bahkan lemahnya pengawasan lingkungan. Karena itu, menyelesaikan persoalan anak secara parsial hanya akan menyentuh permukaan, sementara akar persoalannya tetap tumbuh.
Kasus seorang anak sekolah dasar di Kabupaten Asahan yang diduga terpapar narkoba menjadi contoh nyata.Ketika informasi tersebut diterima, KPAD Kabupaten Asahan tidak memilih untuk bekerja sendiri. Koordinasi dilakukan dengan BNN Kabupaten Asahan, Dinas Pendidikan, Dinas P2KBP3A dan pemerintah kelurahan. Asesmen dilakukan untuk mengetahui kondisi anak, sementara langkah lanjutan dipersiapkan agar anak mendapatkan penanganan yang sesuai,Di sinilah sesungguhnya makna kolaborasi menjadi penting ,Anak bukan hanya persoalan hukum  Ada aspek kesehatan yang harus ditangani, pendidikan yang harus diselamatkan, keluarga yang perlu diperkuat, lingkungan yang harus diawasi, serta kondisi sosial yang perlu dipahami.
Bahkan ketika ditemukan indikasi adanya pihak yang memperkenalkan atau memberikan narkoba kepada anak, aspek penegakan hukum harus berjalan. Karena menyelamatkan anak tidak berarti mengabaikan proses hukum terhadap pihak yang mungkin telah menempatkannya dalam situasi berbahaya
Sebaliknya, penegakan hukum juga tidak boleh membuat kita lupa bahwa di hadapan kita ada seorang anak yang membutuhkan perlindungan dan pemulihan Semua harus berjalan bersama ,Inilah semangat kolaborasi yang juga terus didengungkan oleh Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, bahwa persoalan pembangunan dan pelayanan masyarakat tidak dapat dikerjakan oleh satu pihak saja. Pemerintah membutuhkan kerja bersama, koordinasi dan sinergi lintas sektor agar persoalan masyarakat dapat ditangani secara lebih efektif dalam konteks perlindungan anak, semangat itu menjadi semakin relevan.
KPAD tidak mungkin menggantikan tugas BNN. BNN tidak mungkin mengambil alih tugas sekolah. Sekolah tidak mungkin menyelesaikan persoalan keluarga sendirian. Pemerintah kelurahan tidak mungkin bekerja tanpa dukungan perangkat daerah. Dan aparat penegak hukum membutuhkan informasi serta koordinasi dari berbagai pihak untuk dapat bertindak secara tepat,karena itu, kolaborasi bukan sekadar duduk bersama dalam sebuah forum kolaborasi berarti berbagi informasi, membaca persoalan yang sama dari sudut pandang yang berbeda, menentukan langkah bersama, kemudian memastikan setiap lembaga menjalankan kewenangannya dalam kasus anak terpapar narkoba, misalnya, asesmen bukan sekadar untuk mengetahui apakah anak menggunakan narkoba. Kita juga perlu mendeteksi bagaimana anak mengenalnya, dengan siapa ia bergaul, bagaimana kondisi keluarganya, bagaimana situasi sekolahnya, apa yang terjadi di lingkungannya, serta apakah terdapat pihak lain yang memanfaatkan kerentanan anak Semakin lengkap kita membaca persoalannya, semakin tepat pula penanganannya 
Karena itu, deteksi dini harus menjadi bagian penting dari perlindungan anak.
Jangan menunggu anak mengalami ketergantungan berat baru kemudian kita bergerak. Jangan menunggu anak putus sekolah baru kita mencari penyebabnya. Jangan menunggu terjadi tindak pidana baru kita menyadari bahwa lingkungan anak selama ini tidak aman Anak membutuhkan sistem perlindungan yang bekerja sebelum masalah menjadi lebih besar 
Dan sistem itu hanya mungkin terbentuk jika semua pihak bersedia keluar dari sekat kewenangan masing-masing ,KPAD mengawal perlindungan anak.
BNN menangani aspek narkotika dan rehabilitasi Dinas Pendidikan menjaga keberlanjutan pendidikan ,Dinas Kesehatan menangani aspek kesehatan ,Dinas Sosial memperkuat dukungan sosial ,Dinas P2KBP3A memperkuat perlindungan keluarga dan anak.
Aparat penegak hukum memastikan aspek hukum berjalan.
Pemerintah kelurahan dan masyarakat menjaga lingkungan tempat anak tumbuh ,Semuanya memiliki peran.
Tidak harus mengambil pekerjaan satu sama lain, tetapi harus saling mengisi dan saling menguatkan ,Sebab anak tidak hidup dalam satu sektor 
Ia hidup dalam keluarga, sekolah, lingkungan, masyarakat dan negara secara bersamaan Maka perlindungannya pun harus hadir dari semua arah.
Kasus anak yang terpapar narkoba di Asahan ini hendaknya tidak berhenti sebagai satu berita, satu asesmen atau satu surat kepada aparat penegak hukum Jadikan ia momentum untuk memperkuat sistem.
Karena ketika satu anak berhasil diselamatkan melalui kolaborasi, sesungguhnya kita sedang membangun pagar agar anak-anak lainnya tidak jatuh ke lubang yang sama dan pada akhirnya, perlindungan anak bukan tentang siapa yang paling banyak bekerja.
Tetapi tentang bagaimana semua pihak bekerja bersama untuk satu tujuan: memastikan setiap anak dapat tumbuh, belajar, sehat, aman, dan memiliki masa depan.

Mungkin gambar belajar dan tabel

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *